Anak merupakan seorang yang berusia 2 sampai 8 tahun. Anak memiliki ukuran yang lebih kecil dibandingkan dengan orang dewasa, untuk itu perlu banyak sekali hal yang disesuaikan dengan anak-anak. Termasuk menyesuaikan furnitur yang seharusnya berukuran lebih kecil dengan warna yang menarik.

Tips Memilih Furnitur Untuk Anak-Anak

Karena anak-anak memiliki ukuran tubuh yang berbeda serta memiliki kebutuhan dan kesukaan yang berbeda, pemilihan furnitur untuk anak akhirnya harus disesuaikan agar anak senang dan betah. Misalnya dari wallpaper saja, wallpaper anak tidak dapat disamakan dengan wallpaper dinding orang dewasa. Anak membutuhkan suasana yang terang dan ceria agar suasana hatinya juga selalu ceria. Adapun tips-tips untuk memilih furnitur anak antara lain:

1. Ukuran

Mungkin Anda sering melihat seorang anak yang kesulitan menggapai meja atau kursi karena ukurannya terlalu tinggi? Dengan adanya kejadian seperti itu, maka pilihlah kursi dan meja yang ukurannya sesuai dengan ukuran anak.

Kursi dan meja yang sesuai akan memudahkan anak untuk mengaksesnya juga meminimalisir terjadinya kejadian yang tidak diinginkan seperti anak yang terjatuh dari kursi dewasa karena terlalu tinggi.

2. Warna

Pilihlah warna yang wajar untuk anak, pertimbangkan kesukaannya. Jangan pilih warna atau gambar yang terlalu kanak-kanak, karena jika Anak Anda menjelang remaja mungkin tidak akan menyukai warna itu lagi. Solusi teraman adalah pilihlah warna dan gambar dari karakter yang disukai anak, hal ini akan mempertahankan furnitur sampai anak beranjak dewasa.

3. Bentuk

Pilihlah bentuk furnitur yang menarik bagi anak Anda juga sekaligus yang aman. Hindari furnitur yang memiliki sisi maupun ujung yang tajam.

Anak memilki rasa ingin tahu yang besar, untuk memuaskan hasrat ingin tahunya, anak-anak kera menjelajahi semua sudut ruangan hingga benda yang ada di sekitarnya, untuk itu pilih lemari, laci, kursi, meja dan furnitur lainnya yang memiliki bentuk tumpul agar anak tidak terlukan saat menjelajahi lingkungannya.

4. Bahan dasar furnitur

Pilihlah bahan yang aman untuk anak Anda. Hindari bahan-bahan logam dan kaca yang berpotensi menyakiti anak. Selain itu hindari juga penggunaan cat pada furnitur yang mengandung VOC.

Anak memiliki pertahanan tubuh yang masih lemah sehingga akan sangat rawan jika di lingkungan sekitarnya masih terdapat bahan-bahan berbahaya. Untuk itu, Anda dapat menggunakan bahan dari kayu untuk furnitur anak agar anak lebih aman.

5. Berdiskusi dengan anak

Walaupun anak belum memiliki pikiran matang di mana anak masih sulit menentukan apa yang terbaik baginya, Anda tetap harus melakukan diskusi dengan anak. Hal ini di samping menghargai dan menghormati keputusan anak sejak kecil, mengajarinya membuat keputusan sejak kecil, juga dapat membuat anak merasa betah dan nyaman.

Seperti halnya memutuskan memasang wallpaper dinding kamar anak Anda, Anda tetap harus mendiskusikannya dengan anak agar anak juga belajar menerima apa yang telah diputuskannya.

6. Modifikasi

Dalam memilih furnitur, Anda juga harus pandai memilih modifikasi yang tersedia bersama furnitur. Misalnya ketika Anda memilih membeli meja anak, pilihlan meja yang memiliki laci, begitu pula dengan kursi dan lemari. Hal ini dikarenakan anak memiliki banyak benda-benda termasuk permainannya yang dapat dia simpan di laci-laci.

7. Harga

Yang paling penting adalah mempertimbangkan budget yang Anda miliki. Furnitur anak umumnya memiliki harga yang cenderung mahal, untuk itu Anda harus pandai memilih, membandingkan harga dan menentukan harga terbaik yang sesuai dengan kondisi keuangan Anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *