Sejak rangka atap baja ringan mulai digandrungi masyarakat sejumlah inovasi material pelindung bangunan pun bermunculan. Konsumen memiliki semakin banyak pilihan untuk material genteng yang selama ini kebanyakan terbuat dari material tanah liat. Sementara perkembangan konstruksi dan arsitektur memerlukan beberapa perubahan untuk menyesuaikan gaya arsitektur yang dimunculkan. Seperti rumah-rumah bergaya minimalis, rustik dan futuristik yang kurang cocok bila disandingkan dengan genteng tanah liat. Beberapa alternatif pilihan yang dapat Anda pilih ialah genteng metal dan genteng spandek.

Genteng Metal Atau Genteng Spandek Yang Paling Bagus?

Cocok dipadukan dengan rangka baja ringan ternyata baik genteng metal maupun genteng spandek memiliki sejumlah kemiripan. Tidak heran jika beberapa konsumen tertukar menyebutkan genteng metal dan spandek sebab bentuknya pun sama-saa berupa lembaran. Meski begitu genteng metal dan spandek memiliki spesifikasi , kelebihan dan kekurangan masing-masing. Sebelum memutuskan menggunakan genteng metal atau genteng spandek, yuk simak ulasan berikut ini.

Genteng Metal

Genteng metal atau genteng logam adalah jenis atap yang terbuat dari bahan zincalume. Genteng jenis ini mulai populer karena beberapa keunggulan yang dimiliknya. Di antaranya adalah tahan gempa, awet dan bobot massanya yang relatif lebih ringan dibandingkan jenis atap lainnya.

Dilihat dari harganya, harga genteng metal terbilang murah. Anda bahkan dapat melakukan pemasangannya bersama salah satu anggota keluarga sehingga dapat meminimalisir biaya. Selain memiliki banyak pilihan warna, genteng metal juga terdiri dari dua jenisyaitu genteng metal polos dan berpasir.

Di pasaran genteng metal tersedia dalam berbagai ukuran. Panjangnya berkisar 80 cm dengan lebar bervariasu mulai dari 80 cm sampai 150 cm. Sementara bobotnya bergantung pada masing-masing ketebalan genteng. Genteng dengan tebal 0,22 mm memiliki bobot 1,5 kg perlembar, sementara yang memiliki ketebalan 0,44 mm memiliki bobot sekitar 5,3 kg perlembar. Karena massanya yang ringan, rangka atap tidak akan menerima beban terlalu berat yang akan mengurangi masa pakainya. Kekurangan dari genteng ini adalah menimbulkan bunyi yang mengganggu ketika hujan turun. Selain itu dengan ukuran tebal yang rendah Anda harus berhati-hati pada saat proses pemasangan.

Genteng Spandek

Genteng spandek sering digunakan pada atap ruko, pabrik dan gudang. Materialnya terbuat dari campuran seng dan aluminium. Beberapa jenis genteng spandek juga diberikan campuran aluminium agar memiliki sifat lentur. Lapisan primer pada genteng spandek dilapisi zincalume yang membuatnya lebih tahan korosi.

Berbeda dengan genteng metal, genteng spandek mulanya hanya memiliki satu warna saja yaitu warna perak. Kini genteng spandek dhadir dala sejumlah warna. Anda juga dapat mengecat permukaannya sesuai dengan kebutuhan dan selera. Ketebalan atap spandek berkisar antara 0,3 sapai 0,5 mm. Ukuran panjang genteng ini mulai dari 6 sampai 7 meter dan lebarnya 600 sapai 1060 mm. Meski terbilang tipis, genteng spandek memiliki ketahanan yang tinggi sehingga tidak mudah pecah bahkan pada perubahan cuaca yang ekstrem.

Kekurangan genteng spandek adalah menimbulkan suara berisik ketika hujan datang. Karena terbuat dari seng dan aluminium yang merupakan kondutor, pada saat siang hari hawa panas lebih terasa pada ruangan yang menggunakan atap spandek. Untuk mengatasi hal ini Anda dapat menambahkanketinggian bangunan dan melapisinya dengan aluminium foil pada bagian bawah atap. Sementara masalah harga tidak jauh berbeda dengan harga genteng metal kok.

Jadi yang mana pilihanmu?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *