Selain semen, pasir menjadi salah satu material bangunan yang paling sering digunakan di Indonesia. Hampir setiap bangunan yang berdiri, ada unsur pasir di dalamnya. Enggak heran pula, di jalan-jalan yang terdapat sungainya ada banyak alat berat yang digunakan untuk mengeruk dan mengambil pasir. Ada banyak sekali jenis pasir yang harus kamu tau sebelum menggunakan material ini, simak ulasan lengkapnya di bawah ini ya!

Mengenal Material Pasir

Pengerjaan konstruksi modern saat ini pasti banyak sekali memerlukan pasir, terutama untuk pembuatan beton dan urug. Material pasir sendiri semakin mahal dari hari ke hari, tapi hal itu tak lantas membuat orang beralih ke material lain. Meski sekilas terlihat sama, pasir punya ukuran tersendiri loh, ada kriteria khusus juga yang membuat seseorang memilih menggunakan pasir tersebut. Perbedaan jenis pasir bisa dikelompokkan berdasarkan dari mana ia berasal, besar butiran, dan teksturnya saat dipegang. Selain faktor di atas, kandungan zat kimia pada pasir juga berbeda dan beraneka ragam.

Fungsi Pasir untuk Konstruksi Bangunan

Pasir terbentuk dari silikon dioksida yang asalnya dari batuan kapur. Meski ada banyak ukurannya, maksimal pasir hanya 2 milimeter. Alam Indonesia yang kaya menghasilkan banyak pasir, sehingga ia selalu bisa didapat dalam jumlah yang banyak. Dalam dunia konstruksi, pasir ini mempunyai fungsi untuk merekatkan semen, sehingga tercampur dengan sempurna dengan bahan bangunan yang lain.

Jenis Pasir dan Karakteristiknya

1. Pasir Beton

Jenis yang pertama ada pasir beton. Pasir ini berwarna abu-abu gelap kehitaman dengan tingkat kehalusan yang tinggi. Saat dipegang ia akan terasa sangat halus, saat dipegang ia tidak akan menggumpal dan akan langsung buyar. Pasir beton ini sendiri merupakan agrerat penting untuk merekatkan batu bata, pengecoran dinding, serta memplester dinding rumah. Tak jarang, pasir ini juga menjadi bahan utama pembuatan beton precast.

2. Pasir Jebrot

Pasir ini mempunyai warna merah keorange-an, Nama Jebrod sendiri diambil dari nama tempat di Cianjur dari mana ia berasal. Ciri utama dari pasir ini adalah kasar dan butirannya besar-besar. Seperti pasir pada umumnya, jenis jebrot ini sering digunakan untuk pengecoran, dicampur dengan pasir beton. Nah, harga pasir jebrot ini juga cukup mahal loh.

3. Pasir Pasang

Fungsi dan Manfaat Pasir

Pasir pasang memiliki tekstur yang lebih halus daripada pasir beton serta elemennya lebih padat. Berbeda dengan pasir beton, saat digenggam, pasir ini akan menggumpal dan tidak ambyar. Paling cocok digunakan bersama dengan pasir beton, pasir pasang ini dapat digunakan sebagai finishing, plesteran dinding akan terasa lebih halus berkat teksturnya.

4. Pasir Elod

Fungsi dan Manfaat Pasir

Berikutnya ada psir Elod yang berwarna abu-abu gelap, dengan kandungan tanah yang cukup banyak di dalam pasir. Saat digenggam, pasir ini akan menggumpal. Karena tekstur tanah yang ada di dalamnya, pasir satu ini tidak bisa digunakan untuk bangunan. Ia hanya dipakai sebagai bahan baku pembuatan batako.

5. Pasir Sungai

Yap, bagi yang tinggal di dekat sungai pasti tau dengan pasir satu ini. Pasir ini punya butiran tajam dengan ukuran yang beragam, mulai dari 0,006 hingga 5 mm. Kegunaannya sendiri untuk pengecoran dinding dan pondasi rumah. Pasir sungai dipercaya bisa membuat bangunan bertahan lama dan kuat.

Itulah jenis-jenis dan manfaat pasir sebagai salah satu bahan baku bangunan. Harga pasir ini juga beragam tergantung dengan jenis dan ukurannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *