Jika Anda bermasalah dengan atap yang sering bocor atau bassement yang lembab karena ditembus air, maka cara mengatasinya adalah dengan memasang lapisan waterproofing. Salah satu lapisan yang sering digunakan adalah waterproofing membrane bakar. Sesuai namanya, dalam proses pemasangan membran tipe ini harus melalui tahap pembakaran agar hasilnya maksimal.

Cara Pasang Waterproofing Membrane Bakar

Cara memasang waterproofing membran bakar tidak hanya wajib diketahui oleh pekerja yang mengerjakan konstruksi. Namun, prosesnya secara umum juga harus diketahui oleh masyarakat sebagai penambah wawasan sebelum memutuskan untuk melapisi bangunan dengan waterproofing ini. Berikut adalah langkah-langkah pemasangannya.

1. Persiapan Beton yang Akan dilapisi

Proses pelapisan membrane bakar tidak bisa dilakukan pada semua jenis beton dalam bangunan. Ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi agar pelapisan bisa memberikan hasil yang maksimal dan bebas bocor. Oleh sebab itu persiapkan beton yang akan dilapisi dengan memastikan kekuatannya. Selain itu, beton juga harus cukup umur agar mampu menahan proses pelapisan membran bakar.

2. Bersihkan Permukaan Beton yang Akan Dilapisi

Semua proses kerja konstruksi harus diawali dengan membersihkan bagian yang akan dibangun,  demikian juga dengan pemasangan waterproofing jenis membran bakar. Proses ini dibutuhkan untuk memaksimalkan perekatan lapisan waterproofing, agar tidak ada ruang udara yang tersisa. Agar permukaan benar-benar bebas dari kotoran, gunakan alat khusus untuk membersihkan debu dan bekas semen yang masih menempel.

3. Lapisi Menggunakan Pelapis Primer

Setelah permukaan dipastikan steril, langkah selanjutnya adalah melapisinya dengan primer coating atau pelapis primer.  Aplikasikan pelapis ini menggunakan roll, kuas atau alat khusus agar hasilnya merata. Karena termasuk proses yang penting, maka setelah proses pelapisan, harus dicek kembali agar benar-benar merata. Setelah semua permukaan dilapisi, tunggu sekitar 3 sampai 5 jam agar benar-benar kering.

4. Buat Pola dengan Membentangkan Membrane Bakar pada Media

Bagian yang ingin dilapisi dengan waterproofing membrane bakar harus memiliki ukuran yang jelas. Oleh sebab itu, untuk mempermudah pengerjaan, buat pola terlebih dahulu. Caranya dengan membentangkan bahan membrane yang akan di pasang. Setelah dibuat polanya, gulung kembali untuk melalui proses pembakaran.

5. Pasang Alat Pembakaran

Langkah yang paling penting dalam proses pemasangan membrane bakar dalam konstruksi adalah pemasangan alat pembakaran. Langkah ini harus dilakukan dengan detail agar tidak terjadi kesalahan yang bisa merugikan pekerja dan bangunan yang dikerjakan. Alat khusus yang digunakan adalah torch yang bisa diatur untuk mematikan dan menghidupkan api. Sementara sumber apinya bisa menggunakan gas elpiji yang sudah dihubungkan.

6. Lakukan Pemasangan dengan Proses Pembarakan

Langkah terakhir adalah dengan memasang lapisan waterproofing dengan cara dibakar, namun sebelumnya harus disusun overlapping yang berjarak 5 cm antara yang satu dengan lainnya. Proses pengaplikasian dengan sistem pembakaran ini menggunakan alat bantu roll asphalt. Dengan menggunakan alat ini, maka proses pengaplikasian bisa dikerjakan dengan cepat dan merekat kuat pada bidang.

7. Menutup Bagian Tepi

Setelah semua asphalt diaplikasikan pada bidang yang ingin dilapisi, maka tutup bagian tepi asphalt untuk menghindari kebocoran dari samping.  Cara menutupinya hampir sama dengan proses melapisi asphalt pada bidang, yakni melalui proses pembakaran.

Jika melihat prosesnya yang cukup rumit dan masih asing di kalangan masyarakat, maka proses pemasangan membran bakar harus dilakukan ahlinya. Oleh sebab itu, jika Anda ingin melapisi gedung dengan membran bakar, maka pilihlah jasa yang menjual sekaligus memasangnya langsung. Terlebih harga waterproofing membran bakar yang satu paket dengan jasa pemasangannya biasanya lebih murah daripada yang terpisah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *