Harga karpet tile memang tidak terlalu mahal. Meskipun demikian, desain karpet jenis ini sangat menarik dan tidak membosankan. Selain dari sisi desain, nuansa nyaman dan hangat akan dihadirkan karpet ini pada seluruh ruangan sehingga tidak heran jika interior tempat umum, seperti hotel, perkantoran memakai aksesoris ini dalam memperindah tampilan ruangan.

Harga karpet tile murah memang sangat sesuai dengan anggaran pemakainya. Cukup hanya mengeluarkan sedikit anggaran saja ruangan sudah cantik mempesona. Murahnya karpet ini tidaklah bersifat murahan. Kualitas bahan penyusun, durability, dan desain malah baik dari jenis lainnya sehingga banyak konsumen jatuh hati pada karpet ini untuk interior mereka.

Harga karpet tile murah tetapi mengetuk hati banyak konsumen untuk memilihnya karena kelebihan yang dimilikinya. Durability untuk karpet ini tergolong lama. Jika dihitung bisa menembus angka 14-17 tahun. Sangat lama sekali bukan? Untuk interior tempat umum, hal ini pasti merupakan keuntungan besar. Karena bisa menghemat anggaran untuk penyediaan karpet. Walaupun daya tahan lama, jika tidak dilakukan perawatan secara benar, juga bisa berakibat buruk. Oleh karena itu, perlu dilakukan tindakan untuk mencegah kotoran pada karpet. Caranya dimulai dari meminimalkan sebab dari kotornya karpet

Sebab Utama Karpet Mudah Kotor dan Hilang Nilai Keindahannya

Kotor akan menyebabkan nilai harga karpet tile yang mudah dijangkau menjadi tidak tampak nilai indahnya. Itu akan memperburuk tampilan ruangan secara keseluruhan. Kotornya karpet itu sangat beragam sebabnya sehingga perlu dengan cermat untuk mengetahui lebih detail penyebabnya. Jadi akan dilakukan perawatan sedini mungkin untuk mencegah karpet supaya tidak terlihat buruk.

Penyebab kotornya karpet sangat beragam, di antaranya berikut ini:

1. Karpet Dipasang Untuk Lantai Yang Salah

Setiap karpet mempunyai keunikan tersendiri, dalam hal tekstur atau strukturnya. Keunikan ini akan menjadi sebuah malapetaka ketika salah menentukannya. Bentuk dari malapetaka itu adalah kerusakan. Rusaknya karpet karena konsumen terlalu memaksakan diri dalam penggunaannya. Harusnya dari awal karpet yang akan dibeli memiliki kecocokan dengan lantai suatu ruangan.

Jika sampai salah maka akan timbul masalah. Sebagai contoh, ketika memilih jenis karpet tile, Anda pahami dahulu lantai ruangan. Jangan sampai membuat karpet jadi cepat terkena jamur, dan berbau tidak sedap. Itu sangat mengganggu, dan butuh ekstra pembersihan. Jamur ini tumbuh karena bagian dasar karpet yang bersentuhan dengan lantai, mempunyai ketahanan kurang. Tahan dalam hal penyerapan kelembaban yang tiada kesesuaian antara jenis lantai dengan karpetnya.Oleh karena itu, poin pertama ini harus diperhatikan. Jangan sampai Anda menyesal, seharusnya karpet itu bisa berdurasi lama saat digunakan. Hanya salah memahami jenis lantai, karpet menjadi tidak awet.

2. Karpet Digunakan Ketika Masih Lembab

Karpet memang harus sering dibersihkan, supaya lebih tahan lama dan tidak cepat kotor. Proses pembersihan itu tidak hanya dengan divakum saja. Pencucian dan pengeringan mutlak diperlukan supaya benar-benar bersih sempurna. Pada tahapan pengeringan ini kadang banyak orang kurang memperhatikan secara benar.

Seharusnya proses pengeringan itu harus sempurna. Dalam artian tiada lagi bagian yang basah atau lembab walau hanya sedikit saja. Jika hal ini tidak diperhatikan dan karpet langsung saja dipakai. Maka masalah lain akan timbul. Debu, kotoran dan jamur akan berkembang cepat pada bagian yang dideteksi belum kering sempurna.

Dua sebab di atas memang harus diperhatikan. Apalagi karpet merupakan aksesoris penting dalam interior sebuah ruang. Maka dari itu, menjaga tampilan dan kebersihan salah satu unsur interior ini wajib dilakukan secara tepat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *