Hampir semua gedung dan bangunan memiliki instalasi penyejuk ruangan untuk menunjang kegiatan di dalamnya. Tidak terkecuali rumah-rumah yang mulai memasang penyejuk ruangan agar penghuninya merasa betah selama di rumah. Apalagi ketika cuaca sedang terik. Setelah menghabiskan banyak waktu di luar ruangan, maka yang dibutuhkan adalah udara sejuk untuk menghilangkan rasa gerah. Selain itu, penyejuk ruangan di perkantoran berfungsi untuk meningkatkan kinerja pegawainya agar tetap merasa nyaman dan produktif. Inilah sebabnya instalasi listrik di gedung tidak bisa dikerjakan sembarangan.

Mekanikal elektrikal dikenal sebagai sistem-sistem pendukung bangunan yang membutuhkan sistem mekanis dan sistem instalasi listrik. Maksud dari sistem pendukung bangunan adalah sistem yang menunjang kegiatan di dalam bangunan, termasuk memastikan keamanan dan kenyamanan bagi setiap orang yang beraktivitas di dalam bangunan. Sebagai contohnya adalah ruangan perkantoran yang membutuhkan udara sejuk dan nyaman agar pegawainya dapat bekerja secara produktif. Oleh sebab itu, membutuhkan instalasi penyejuk udara atau biasa disebut dengan AC, instalasi lampu ruangan, serta sistem keamanan seperti pemadam kebakaran.

AC sebagai salah satu penunjuang kenyamanan di dalam ruangan ternyata memiliki sistem instalasi yang berbeda pada setiap bangunan. Memasang AC untuk gedung perkantoran yang tinggi tentu akan berbeda dengan di rumah. Di sinilah pentingnya kontraktor mekanikal elektrikal untuk memastikan sistem penyejuk udara bekerja dengan baik bersama sistem lainnya di dalam gedung. Namun tahukah bahwa ternyata AC memiliki variasi tergantung gedung yang digunakan?

Variasi AC yang Sering Digunakan Pada Gedung

1. AC Split Wall

 

AC Split Wall

Jenis penyejuk ruangan ini biasanya dipakai pada gedung hotel dikarenakan biayanya yang murah. AC ini terbagi atas dua macam, yaitu indoor dan outdoor. Unit indoor memiliki komponennya terdiri atas evaporator, saringan, espansion valve dan control unit. Sementara unit outdoor terdiri dari kondensor, kompresor, dan refrigerant saringan.

2. AC Split Duct

 

AC Split Duct

Variasi AC ini menggunakan ducting sebagai cara penyebaran udara dingin. AC Split Duct tidak memiliki control temperature mandiri. Pengontrolan temperatur hanya dapat dilakukan di ruang control AC. Cara ducting yang dimaksud adalah perubahan penghantar udara yang disebarkan ke ruangan yang telah ditetapkan.

3. AC Casette

 

AC Casette

Jika Anda menemui pendingin udara yang dipasang menempel pada plafon, maka itulah AC Casette. AC ini memiliki ukuran 1,5 PK hingga 6PK. Pemasangan AC ini membutuhkan keahlian khusus, sehingga sering menggunakan teknisi dari distributor AC.

4. AC VRV

 

AC VRV

AC VRV mirip dengan AC Split Wall, di mana memiliki outdoor unit dan sebagian indoor unit. VRV telah dilengkapi dengan CPU serta kompresor inverter. AC VRV ternyata memiliki keuntungan di bagian menghemat daya dibanding AC yang lain. Satu unit outdoor VRV dapat digunakan oleh 2 unit indoor secara bersamaan.

5. AC AHU

 

AC AHU

Tempat-tempat yang menggunakan AC AHU biasanya memiliki ruangan yang luas dan besar, sebagai contoh adalah bandara, pusat perbelanjaan, perkantoran, dan lainnya. AC AHU mulai mudah didapatkan di distributor karena peminatnya yang semakin besar. Dengan kata lain, tuntutan pasar semakin tinggi seriring banyaknya gedung perbelanjaan dibangun untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Itulah variasi pendingin ruangan yang biasanya digunakan dalam gedung. Setiap variasi membutuhkan keahlian agar dapat memasangnya dengan benar. Selain itu, instalasi pada gedung seperti perkantoran, bandara, pusat perbelanjaan, dan semacamnya membutuhkan koordinasi yang baik dengan sistem lain. Inilah pentingnya mekanikal elektrikal dalam instalasi pendingin udara agar tidak terjadi kekacauan dengan sistem yang lainnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *